Seusai berkeliling di Monjali, kedua orang tua saya mengajak untuk berwisata kuliner di Kota Magelang. Tanpa menunggu lama, kami langsung satu suara untuk mencoba "Kupat Tahu" - salah satu makanan khas dari Bumi Tidar - berhubung saya, mama dan adik belum pernah mencobanya. Awalnya, saya yang menyetir sempat hendak menghentikan mobil di Blabak - nama suatu daerah di Magelang yang memang dikenal sebagai sentra penjual kupat tahu. Namun, papa hanya bergeming dan menyuruh saya tetap mengarahkan mobil ke pusat kota, menuju ke Warung Kupat Tahu Pak Slamet.
Friday, May 13, 2016
Kuliner Kota Magelang: Jajan Di Kupat Tahu Pak Slamet
Seusai berkeliling di Monjali, kedua orang tua saya mengajak untuk berwisata kuliner di Kota Magelang. Tanpa menunggu lama, kami langsung satu suara untuk mencoba "Kupat Tahu" - salah satu makanan khas dari Bumi Tidar - berhubung saya, mama dan adik belum pernah mencobanya. Awalnya, saya yang menyetir sempat hendak menghentikan mobil di Blabak - nama suatu daerah di Magelang yang memang dikenal sebagai sentra penjual kupat tahu. Namun, papa hanya bergeming dan menyuruh saya tetap mengarahkan mobil ke pusat kota, menuju ke Warung Kupat Tahu Pak Slamet.
Tuesday, May 10, 2016
Monjali: Sang Monumen Pengingat Pertempuran Di Yogyakarta
Boleh dikatakan, Yogyakarta adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki cerita sejarah nan panjang. Kota ini termasuk ke dalam titik pertempuran besar antara para pejuang kita melawan tentara kolonial. Puncak pertempuran terjadi pada 1 Maret 1949 dimana saat itu pengerahan pasukan besar-besaran dilakukan untuk merebut kembali Yogyakarta dari tangan musuh. Walau banyak memakan korban jiwa, pertempuran tersebut dimenangkan oleh Pasukan Indonesia. Kini, sebuah monumen dibangun dan didedikasikan untuk mengenang pertempuran dan jasa para pejuang. Monumen itu bernama Monumen Yogya Kembali atau sering disingkat dengan sebutan Monjali.
Wednesday, April 20, 2016
Sabtu Malam Di Wedang Ronde Jago
Kalau dipikir, belakangan ini saya jarang sekali menulis tentang kota kelahiran tercinta, Salatiga. Padahal, menurut saya masih banyak hal menarik yang bisa dituliskan. Kepulangan salah seorang sahabat paling awet saya, Cila, membuat kami berdua mengunjungi salah satu penjaja kuliner legendaris di Kota Salatiga kemarin. Penjaja kuliner legendaris yang saya maksud adalah Wedang Ronde Jago.
Monday, April 4, 2016
Pura Pakualaman: Istana Kecil Dari Orang Nomer Dua Di Yogyakarta
Nama Pura Pakualaman mungkin terdengar lebih asing di telinga apabila dibandingkan dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Padahal, jarak antara keduanya tak seberapa jauh. Hanya terpisah sejauh sekitar 3 kilometer, Pura Pakualaman tampak menempati salah satu ruas di sisi Jalan Sultan Agung. Siang itu, setelah mengelarkan beberapa urusan di Kota Yogyakarta - saya dan Papa berkesempatan mengunjungi istana yang dihuni oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam dan seluruh keluarganya ini.
Tuesday, March 8, 2016
Berkelana Di Kawasan Keraton Yogyakarta
Jalanan masih terlihat basah pasca hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta siang itu. Riak-riak awan mendung juga tampak masih menghiasi langit, menandakan kalau hujan susulan bisa datang kapan saja - tanpa diminta. Namun bagi kami, cuaca suram bukanlah halangan untuk berkelana. Saya yang memboncengkan Putra, dan Ancha yang mengendarai motor sendiri, akhirnya tetap berjalan perlahan menyusuri jalan menuju salah satu obyek wisata populer di Kota Gudeg: Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Wednesday, February 10, 2016
Padatnya Perayaan Imlek Di Kota Solo
Walau bisa dikatakan masuk ke dalam golongan minoritas, namun Perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan oleh etnis Tionghoa merupakan salah satu hari besar di Indonesia. Tak hanya kelenteng saja yang berbenah, pusat perbelanjaan, perkantoran, dan pusat pemerintahan juga mempercantik diri dengan berbagai ornamen khas tahun baru ala perhitungan lunisolar itu. Di beberapa kota besar bahkan terdapat festival khusus yang diadakan untuk menyambut Imlek. Salah satunya adalah Kota Solo dengan Grebeg Sudiro dimana tahun ini saya berkesempatan untuk datang menengok.
Thursday, February 4, 2016
Terpuaskan Oleh Nasi Liwet Perempatan Kartasura
Begitu pesawat kami mendarat di Bandara Adi Soemarmo, satu pikiran yang langsung membayangi diri ini adalah: mencari makanan Indonesia! Saya benar-benar rindu akan masakan Indonesia. Satu minggu lebih berada di Arab Saudi membuat lidah saya terasa aneh. Efek dari kebanyakan makan makanan mereka yang cenderung berminyak, berlemak, bersantan dan sarat dengan bumbu. Saya butuh penyegaran sesegera mungkin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
