Berkeliling di Kota Lama Semarang telah menjadi keinginan saya semenjak lama, namun kesampaiannya justru baru-baru ini. Pada masa kolonial, Kota Semarang memang menjadi salah satu kota pelabuhan terpenting di Pulau Jawa. Pemerintah Hindia Belanda pun membangun beberapa bangunan serta fasilitas dalam menunjang segala kegiatan mereka pada waktu itu. Beberapa peninggalan masih bisa dilihat hingga kini, salah satunya terpusat di Semarang Bawah dan selanjutnya dikenal dengan istilah Kota Lama. Sayangnya, peninggalan-peninggalan ini tidak semuanya terawat dengan baik. Ada pula yang kondisinya tampak memperihatinkan dengan kerusakan dimana-mana.
Tuesday, April 15, 2014
Thursday, April 3, 2014
Lentog Tanjung: Saudara Lontong Sayur Dari Kabupaten Kudus
Tak afdol memang rasanya kalau tengah berkunjung ke suatu daerah, namun tidak mencicipi kuliner khas yang ada disana. Di beberapa tempat, kuliner khas ini tersedia disesuaikan dengan jadwal makan masyarakat kita yakni sarapan, makan siang dan makan malam. Kabupaten Kudus memiliki menu sarapan khas yang termasyhur meski sajiannya tampak sederhana. Lentog Tanjung-demikianlah nama menu sarapan tersebut. Postingan kali ini akan menceritakan pengalaman saya mencoba Lentog Tanjung selama acara "jalan-jalan titipan" di Kudus akhir Maret kemarin.
Tuesday, April 1, 2014
Menengok Museum Kretek Kudus
Saya masih ingat pada suatu malam di awal bulan Maret, @GNFI-salah satu account yang saya ikuti di twitter tengah memposting beberapa museum di negara kita tercinta. Ada beberapa museum yang menarik hati saya seperti misalnya Museum Kretek di Kudus. Jujur, sebenarnya saya adalah tipe orang yang tidak suka dengan rokok. Kalau kebanyakan anak laki-laki seusia saya mungkin telah kecanduan dengan rokok atau setidaknya sudah pernah mencoba rokok satu kali dalam hidup mereka, saya justru belum pernah satu kalipun mencoba untuk merokok dan memutuskan jaga jarak jauh-jauh dari benda itu untuk selama-lamanya. Meskipun demikian, hal tersebut tak mengurangi ketertarikan saya untuk mengunjungi museum yang dengar-dengar merupakan satu-satunya museum bertema rokok di Indonesia. Sebaliknya- sebagai seorang penyuka wisata sejarah, bangunan tua, dan museum- saya justru semakin berminat untuk bisa mengunjunginya suatu hari nanti.
Tuesday, March 18, 2014
Pendakian Gunung Kendil: Si Gunung Kecil Yang Penuh Tantangan
Sudah sekitar dua harian ini cuaca di kota saya, Salatiga, cerah luar biasa. Hal yang bisa dikatakan langka mengingat ketika musim penghujan datang, kota saya biasanya nyaris selalu diguyur hujan setiap hari. Cuaca cerah yang kebetulan datang di penghujung minggu, membuat saya dan Yanta teringat oleh rencana pendakian bukit kami yang gagal seminggu lalu. Kami berdua pun coba menghidupkan kembali rencana tersebut jika cuaca esok hari (Sabtu, 15 Maret 2014) cerah sedari pagi. Ternyata, Tuhan mendengar doa dan harapan kami. Sabtu ini langit tampak cerah sejak pagi. Kami berdua segera bersiap, rencana kami mendaki Bukit Kendil di Banyubiru harus dieksekusi hari itu juga. Yah, kami tak akan pernah tahu kapan cuaca cerah akan menyapa kembali, bukan?
Wednesday, March 12, 2014
Berkunjung Ke Pionir Tahu Serasi Bandungan
Masih ada satu tempat yang saya dan Yanta kunjungi sehabis riang bermain air di Grojogan Klenting Kuning. Lagi-lagi, ini rencana dadakan dari saya pribadi. Berawal dari rasa lapar, mendadak saya teringat walau sudah sebesar ini kok rasanya belum pernah sekalipun saya makan tahu serasi-salah satu produk makanan asli daerah Bandungan. Padahal, saya sering melewati Bandungan ketika hendak ke tempat-tempat wisata yang ada di sekitar sana. Curahan hati ini pun kemudian saya sampaikan kepada Yanta. Selanjutnya tanpa diduga, ia mengajak untuk mampir sejenak sebelum pulang ke Salatiga. Katanya lagi, Yanta tahu dimana pionir tahu serasi berada sebab dulu ia pernah melakukan survei di daerah itu. Wah, asyik! Saya langsung mengiyakan ajakannya tanpa berpikir dua kali. Kapan lagi kan, ya?
Monday, March 10, 2014
Grojogan Klenting Kuning: Pesona Tersembunyi Dari Desa Kemawi
Negeri kita, Indonesia, memang selalu menawarkan banyak kejutan dari kekayaan alamnya. Siapa yang menyangka kalau jauh di dalam sebuah desa nan permai di kaki Gunung Ungaran, ternyata menyimpan pesona tersembunyi yang belum begitu dikenal oleh khalayak ramai? Cerita kali ini adalah cerita petualangan saya dan Yanta dalam mencari pesona dari sebuah desa yang bernama Kemawi.
Wednesday, February 26, 2014
Keriuhan JB Di Minggu Pagi: Menyambangi Flea Market Jalanan Ala Kota Salatiga
Salah satu aktivitas yang pantas dilakukan jika tengah berada di Kota Salatiga, menurut saya adalah mengunjungi flea market alias pasar tumpah atau pasar dadakan di Jalan Lingkar Salatiga atau JB (baca: Je-Be, Jalan Baru). Flea market ini hanya ada setiap Hari Minggu dan biasanya hanya terjadi selama beberapa jam saja yakni dari sekitar jam 6 pagi sampai jam 11 siang. Ratusan masyarakat bakalan memadati dua ruas sepanjang 700 meter-an yang menjadi bagian dari Jalan Lingkar Salatiga, baik para penjual yang sibuk menjajakan dagangan mereka maupun pengunjung yang sibuk menawar atau sekedar melihat-lihat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
