Ceritanya pagi itu saya sedang suntuk. Tidak ada acara berarti yang bisa saya lakukan selain harus ke pusat kota untuk membetulkan jam tangan di tukang servis langganan. Entah darimana datangnya, tiba-tiba tercetus ide untuk hunting foto di sekitaran Kota Salatiga. Kebetulan, cuaca pagi itu tampak cerah. Langit berwarna biru tua terlihat sejauh mata memandang, bersih tanpa diselingi oleh riak-riak awan. Seusai mandi, saya mempersiakan segala sesuatu-mulai dari memanasi motor bebek kesayangan, mengecek kelengkapan kamera digital serta memasukkan jam tangan yang rusak ke tas pinggang. Pukul 10-an pagi akhirnya saya siap berangkat berburu.
Thursday, August 29, 2013
A Snapshot's Story From A Bored Man: Jalan Lingkar Salatiga
Ceritanya pagi itu saya sedang suntuk. Tidak ada acara berarti yang bisa saya lakukan selain harus ke pusat kota untuk membetulkan jam tangan di tukang servis langganan. Entah darimana datangnya, tiba-tiba tercetus ide untuk hunting foto di sekitaran Kota Salatiga. Kebetulan, cuaca pagi itu tampak cerah. Langit berwarna biru tua terlihat sejauh mata memandang, bersih tanpa diselingi oleh riak-riak awan. Seusai mandi, saya mempersiakan segala sesuatu-mulai dari memanasi motor bebek kesayangan, mengecek kelengkapan kamera digital serta memasukkan jam tangan yang rusak ke tas pinggang. Pukul 10-an pagi akhirnya saya siap berangkat berburu.
Thursday, August 22, 2013
Elegi Taman Djamoe Indonesia
Elegi. Suatu kata yang sering digunakan untuk menyebut jenis puisi atau lagu bernada penuh kesedihan dan kedukaan. Elegi juga bisa digunakan untuk menggambarkan perasaan (terlampau) sedih manakala menghadapi maupun melihat sesuatu, biasanya kematian, tragedi atau bencana. Kemarin, perasaan serupa muncul dalam diri saya ketika mengunjungi salah satu tempat wisata di sekitaran Kota Salatiga. Tempat wisata yang dibangun guna melestarikan salah satu kebudayaan asli negara kita-Indonesia.
Saturday, August 10, 2013
Malam Lebaran Dari Kampung Kami
Lafadz takbir terus menerus mengucur dari mulut kecil mereka. Awalnya terdengar lirih dan tidak kompak sehingga para orang tua yang mengekor di barisan belakang turut serta menyumbangkan suara. Temaram cahaya puluhan obor yang dibawa dalam barisan itu membawa warna bagi pekatnya malam itu-malam sebelum hari suci bagi seluruh umat Islam yang telah berhasil memenangkan peperangan melawan rasa lapar, hawa nafsu, dan godaan-godaan lain selama sebulan penuh. Semua orang tampak bergembira dan bersemangat. Saya yang berada di barisan paling belakang bersama beberapa kawan hanya bisa tertawa melihatnya. Terkadang candaan dan tawa terdengar dari bibir kami dalam rangka menyemarakkan barisan dan malam yang terus bergerak mengelilingi kampung. Kampung kecil tercinta kami semua.
Saturday, July 6, 2013
Makan Kalap Ala Soto Kemiri Pati
![]() |
| Soto kemiri porsi setengah |
Kamis kemarin saya berkesempatan mengunjungi Kota Pati-kota yang menjadi kampung halaman sang papa. Saya tidak sendirian, adik, kakak dan tentu saja papa ikut menemani menuju kesana. Tujuan utama kami adalah melakukan ziarah ke makam kakek nenek dari pihak papa serta menengok kondisi tante dan rumah keluarga papa disana. Sebelum berangkat, saya dan kakak mengutarakan permintaan spesial kepada papa. Jauh-jauh ke Kota Pati rasanya kok kurang afdol kalau tidak mencicipi makanan khas dari daerah itu. Kakak langsung menagih untuk mampir ke warung nasi gandul sedangkan saya mengajak untuk membeli soto kemiri. Dua makanan itu bisa dikatakan sebagai primadona kulinernya dari Pati. Nasi gandul sendiri sudah pernah saya bahas dalam postingan terdahulu (coba cari di label culinary yak), jadi kali ini akan menjadi waktu untuk membahas soto kemiri yang bikin kalap. Kenapa kalap?
Friday, July 5, 2013
Wayang Oblok-Oblok: Ketika Wayang Berkolaborasi
Petang itu saya baru menyadari kalau ada notifikasi yang masuk ke akun twitter. Saya kemudian membuka smartphone dan membacanya. Dari Dian, teman jaman SMP dan SMA saya dulu. Saya lebih sering memanggilnya dengan sebutan Kura-Kura karena waktu SMP dulu ia anak yang cenderung lambat dalam segala hal, baik itu bergerak atau mencerna sesuatu. Entah bagaimana tingkahnya mengingatkan pada hewan peliharaan saya jaman dulu, seekor kura-kura hijau kecil yang serba lambat kalau mau bergerak. Yap, mirip sekali sama Dian. Lalu, apa yang membuat Dian tiba-tiba menghubungi saya? Intinya sih ia mengajak saya untuk pergi melihat pertunjukan wayang. Wah! Kenapa tidak?
Friday, June 28, 2013
Bendung Kalipait: Air Terjun Hijau Di Ujung Timur Pulau Jawa
The best part of traveling is to discover. Salah satu alasan kenapa saya begitu mencintai jalan-jalan adalah bertemu dan menemukan hal-hal baru di sepanjang perjalanan. Apa saja. Mulai dari hal-hal kecil yang sering diabaikan mata, hingga hal-hal besar yang secara jelas terlihat oleh seluruh panca indera. Mengamati masyarakat lokal berbicara, bertingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Mencoba apa yang penduduk lokal makan dan minum, serta mengunjungi tempat-tempat yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya. Semua itu benar-benar memperkaya. Baik memperkaya pengetahuan dan pengalaman, maupun membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam perjalanan saya ke Banyuwangi kemarin, meski saya dan teman-teman gagal melihat danau hijau yang termasyhur di Kawah Ijen tapi kami semua justru menemukan tempat wisata di sekitaran Ijen yang tidak kalah keren. Tempat itu bernama Bendung Kalipait. Hmm, apa yang keren dari tempat itu?
Tuesday, June 25, 2013
Memburu Blue Flame Di Kawah Ijen
Pernah? Dimana? Hahah, iya. Para ibu dan kalangan penggila masak memasak pasti sudah sering mengakrabi api biru ketika menggunakan kompor gas. Pula halnya para penggila kartun. Banyak karakter kartun atau anime yang menggunakan ataupun memiliki kemampuan mengendalikan si api biru. Sebut saja Azula, kakak Zuko dalam Avatar: The Last Airbender terlihat menggunakan api biru (blue flame/blue fire) selain juga memiliki kemampuan mengendalikan petir. Tapi tahukah kalian, kalau jauh sebelum inovasi manusia dalam menggunakan blue flame dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia sendiri memiliki suatu tempat yang menghasilkan api biru secara alami. Yup, benar! Tempat itu adalah Kawah Ijen. Berbanggalah menjadi orang Indonesia. Tuhan nampaknya tengah bergembira ketika menciptakan surga di khatulistiwa ini. Semua-semua ada. Semua-semuanya juga serba indah. Termasuk fenomena api biru itu sendiri. Konon kabarnya api biru alami ini hanya ada dua di seluruh dunia. Selain di Kawah Ijen, tempat itu terletak jauh di Islandia sana. Still not proud with your country, huh?
Subscribe to:
Posts (Atom)



