Monday, February 13, 2012

Cerita Bersama Tetangga Part V: A Sweet Escape to Yogyakarta!



Howdy stufliers!!
Cerita Bersama Tetangga is backkk dengan Part V-nya!!! *tang tarang tang tang*
Setelah sekian lama vakum semenjak cerita bersama tetangga yang terakhir (buset...kalau dihitung menggunakan pendekatan aljabar hampir 8 bulan boss vakumnyaa. #plak) akhirnya saya bisa jalan-jalan bareng tetangga saya. Kali-kali aja ada yang bertanya-tanya kemana kami selama 8 bulan ini, well, sebenarnya sih mayoritas dari kami masih sering berjumpa (tiap minggu malah) cuma salah satu dari kami semenjak bulan Oktober 2011 yang lalu harus berpisah sementara dengan kami dikarenakan merantau nun jauh di mato demi mencari sesuap nasi. #eh
Jadi, Mbak Reza a.k.a. Cecul a.k.a. meggy_bersinar nar narrrr salah satu tetua dari kami sejak 4 bulan yang lalu harus bekerja ke suatu daerah yang katanya sih antah berantah, katanya sih susah sinyal, katanya sih terpencil, dan katanya sih banyak obyek wisatanya (siallll, ini dia kerja apa piknik sih?). Mulai semenjak itulah kami yang ditinggalkan dia (eh gimana gitu ya...) bersepakat untuk tidak berjalan-jalan bersama dulu demi menjaga loyalitas dan kesetiatetanggaan kami. Huahahah. (sebenarnya sih karena jadi kurang orang yang diajak patungan... :p). 

Namun beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 26 Januari 2012 si Cecul ini mendapatkan kesempatan untuk mengambil cuti selama dua minggu yang kemudian digunakan untuk kembali ke kampung halaman. Mulailah kami mengulang masa-masa kejayaan kami saat bersama-sama dulu mulai dari wisata kuliner kalap, belanja belanji, singsong all night long, mengajar ngaji anak-anak tetangga, main UNO sampai larut malam dan tidak lupa jalan-jalan!! Jalan-jalan kali ini benar-benar spesial, saking spesialnya bahkan kami harus pakai acara rapat segala selama dua kali pertemuan! Soalnya, tujuan wisata kami ini lumayan jauh dan kami harus menggunakan mobil untuk kesana. Ya, tujuan kami kali ini adalah ke Yogyakarta Never Ending Asia yang bener-bener never ending alias tidak ada matinya sehingga tidak pernah sekalipun ada rasa bosan untuk mengunjunginya. :D
Sepakat susun itenerary, tunjuk bandar utama dan bandar tempat wisata, pilih supir, dan hingga akhirnya fix lah kami bertujuh (Saya, Mbak Vica, Dody, Mbak Irma, Adit dan Decky) plus supir berangkat ke Jogja pada hari Minggu 5 Februari 2012 kemarin. Ya Allah, dasarnya Orang Jawa yang santai kaya di pantai meski sudah deal berangkat jam setengah enam pagi eh ada juga yang molor datangnya jam setengah tujuh. Hadehh. -__-

Pendopo Istana Ratu Boko
Setelah menempuh perjalanan selama hampir 2,5 Jam akhirnya sampailah kami di Kota Yogyakarta. Obyek wisata pertama kami kunjungi adalah Istana Ratu Boko. Istana Ratu Boko yang terletak kurang lebih 5 Km sebelah Selatan dari Candi Prambanan ini bener-bener bikin shock. Shock kalau tiketnya super muahaaaaaalll!! Bayangkan saja, tiket masuk ke Istana ini kita harus merogoh kocek sebesar Rp 25.000,00 per orang...bahhhhhhh gimana gak morning shock banget coba? Saya sampai nyedeng-nyedengin telinga karena takut saya salah dengar, tapi ternyata telinga saya sama sekali tidak salah dengar. Mana sudah jauh-jauh masa tidak jadi masuk? -__- Untungnya si Bapak Penarik Tiket memberi potongan harga kepada kami, jadi kami yang sebenarnya berdelapan dihitung cuma berenam dan ternyata tiket Rp 25.000,00 itu termasuk  air mineral botol 330 ml. Lumayanlah. Keshock-an kami akan Istana Ratu Boko tidak hanya sebatas masalah tiket saja. Kami juga shock dengan keindahan Istana Ratu Boko dan luasnya Kompleks Istana ini. Istana yang dibangun pada abad 8-9 Masehi oleh Rakai Panangkaran ini terletak di ketinggian 195,97 dpl dan luasnya sekitar 160.898 meter persegi! Karena terletak di perbukitan, bahkan dari pusat informasi (Andrawina Plaza) saja kita bisa melihat Gunung Merapi dan Candi Prambanan di kejauhan. Saking luasnya, kami sepakat hanya mengunjungi Gerbang Utama, Paseban, Pendopo, dan Goa Lanang-Wadon saja. Itupun kaki udah gempornya minta ampun. -__- Tapi beneran, Istana Ratu Boko yang dipikiran kami bakalan serba mistis dan horror (heheh ngaku nih, korban Film Keramat...:p) ternyata super indah dan keren. Mistis sih, tapi tertutupi oleh kemegahan kompleks istana ini yang serba wow. Worthed dah meski tiket masuknya sebesar 25 ribu rupiaaahh. Hiks.

Kura-Kura Gede yang Lagi Indehoy
Perjalanan kami lanjutkan ke obyek wisata selanjutnya yakni ke Kebun Binatang Gembiraloka. Huahah semacam piknik anak SD yah? Tapi, apa salahnya sih bernostalgia sedikit melihat binatang yang lunyu-lunyu (lucu+unyu) sekaligus mengantarkan saya bertemu sanak saudara saya yang terpisah semacam gajah dan kuda nil (puas?). Anyway, tiket masuk Kebun Binatang Gembiraloka dibagi menjadi dua paket. Paket pertama yakni tiket masuk sekaligus naik Perahu Katamaran keliling Kebun Binatang seharga Rp 25.000,00 dan paket kedua adalah paket yang hanya berupa tiket masuk kebun binatang saja seharga Rp 15.000,00.
Kami yang sudah terlampau shock dengan harga tiket Istana Ratu Boko tanpa ba bi bu langsung memilih paket kedua yang paling murah. Kebun Binatang Gembiraloka di hari Minggu sungguh padat merayap. Banyak sekali pengunjung yang mengunjungi tempat wisata ini baik bersama keluarga, sekolah, maupun tempat kerja. Penataan tempat di Kebun Binatang Gembiraloka memang oke, mulai dari museum, taman, papan penunjuk arah, kandang hingga track bagi pengunjung semuanya dalam kondisi baik. Sayangnya, hewan-hewan di tempat ini menurut saya kurang terawat, kontras sekali dengan kondisi kandang mereka yang bagus-bagus. Huhuh. Koleksi binatang di tempat ini lumayan lengkap, mulai dari bangsa primata, mamalia, aves, reptil, amphibi, hingga pisces ada di tempat ini. Mau melihat ikan arapaima gigas yang super besar, melihat harimau putih yang anggun, ataupun melihat kuda nil yang malas-malasan bisa kita nikmati disini. Pada saat kami berkunjung ke Gembiraloka sepertinya bertepatan dengan musim kawinnya para binatang, kami disuguhi aksi kelewat mesranya iguana, ular, hingga kura-kura secara live saudara-saudari!! Sumpah, yang paling asoy dilihat (#plak) adalah adegan intimnya si kura-kura. Catat, ini bukan kura-kura hijau yang kecil-kecil tapi kura-kura berleher panjang nan super besar!! Saya sampai lupa itu jenis kura-kura apa saking syahdunya melihat pergumulan mereka. Mana suaranya agan agan yang bikin kagak nahan, lenguhannyaa yang khas aslii bikin ngakak. Bahkan mungkin saking nafsu sudah diubun-ubun, pasangan yang sedang di mabuk cinta ini sampai menabrak pepohonan dan bebatuan dalam menjalankan aksi mereka. Huahahah sungguh pengalaman yang absurd. Oh ya, tiket masuk Kebun Binatang Gembiraloka bisa ditukarkan dengan password WIFI secara gratis dan juga bersiaplah gempor kaki karena Kebun Binatang ini juga luass banget. Bahkan dari dalam mau keluar saja kalau membaca di penunjuk arah hampir 1,5 Km lebih!!

Taman Sari yang Fotogenik
Obyek wisata ketiga yang kami kunjungi hari itu adalah Taman Sari. Taman Sari adalah suatu taman air yang dulunya hanya diperbolehkan bagi Sultan dan keluarganya. Konon kabarnya tempat ini dibangun untuk menghargai jasa istri-istri Sultan yang telah membantu di dalam peperangan. Sungguh, tempat ini fotogenik banget! Maksudnya setiap sudutnya kalau difoto pasti kece. Foto biasa bisa jadi bak semacam habis diedit pake aplikasi edit foto dengan keahlian tukang edit yang mumpuni. Heheh. Yang keren, di dalam Kawasan Taman Sari terdapat perkampungan penduduk jadi berkesan kita sedang berada di perkampungan Jawa yang harmonis banget. Di tempat ini kami juga berkesempatan mengunjungi Pesanggrahan yakni suatu tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat Sultan bersemedi sebelum berperang. Waduh, suasana langsung berubah senyap dan mistis. By the way, tiket masuk Taman Sari dikenakan sebesar Rp 3.000,00 per orang plus tiket kamera sebesar Rp 1.000,00 per kamera. Murah banget kan?

Tak terasa, waktu telah beranjak sore saat kami memutuskan untuk mengakhiri petualangan kami di Kawasan Taman Sari. Pantai Parangtritis terpaksa kami coret dari itenerary kami karena tidak memungkinkan. Gantinya, kami gunakan untuk belanja-belanji di Kawasan Malioboro dan Outlet Biru. Di dua tempat terakhir inilah terjadi insiden, yakni perut saya benar-benar mules setelah sebelumnya jajan di Kawasan Malioboro. Bayangkan saya harus menahan sakit perut di tempat belanja!! Kebayang kan penderitaan saya, mana tetangga-tetangga saya pada kalap belanjanya hingga saya harus menunggu lama. Sialll. >.< Saya jadi kapok jajan sembarangan deh. Pukul sembilan tepat akhirnya kami cabut meninggalkan Jogja dengan sejuta pesonanya yang tiada matinya. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan namun terasa mengasyikkan karena terlewati bersama tetangga-tetangga saya yang super baik dan gokil.
For me, It was a sweet escape to Yogyakarta, The Never Ending Asia. Wajib diulang!!!  :)

P.S.
Dikarenakan sejak 10 Februari 2012 Mbak Reza kembali merantau lagi maka Cerita Bersama Tetangga akan vakum sejenak seperti biasa sampai kami bisa berkumpul bersama kembali. One for all, all for one. heheh. ^^
Oh, kalau ada yang penasaran bagaimana sih bentuk saya dan para tetangga saya saat berpetualang, ini saya berikan bonus foto kami. Satu aja ya, gak usah banyak-banyak. heheh. #peace ^^v
Check this out Stufliers:



Me and My Neighbours From Hell-Aven


Selamat jalan-jalan bersama tetangga dan salam kupu-kupu ^^

2 comments:

  1. We dirimu punya blog to? follow dong follow. :3
    jadi malu. #plak

    ReplyDelete