Tuesday, October 21, 2014

Cerita Bersama Tetangga Part XIII - Bertemu Para Monyet Di Goa Kreo

Pagar bermotif monyet

Cerita lain dari petualangan saya bersama tetangga. Kali ini cuma ditemani oleh Mbak Reza yang kebetulan tengah pulang sejenak ke Kota Salatiga. Beberapa hari menjelang kepulangannya kembali ke tanah rantau, ia mengajak saya untuk kabur sebentar dari lingkungan kampung kami yang begitu-begitu saja. Ah, beginilah cara kami jalan-jalan. Mayoritas dilakukan secara dadakan, dan selalu sukses membuat kami pening memikirkan hendak kemana dalam waktu yang sesingkat itu. Untungnya saya masih punya daftar beberapa tempat wisata yang terhitung dekat dari Salatiga, dan akhirnya saya mengajak Mbak Reza untuk bertemu para monyet ekor panjang di Goa Kreo. 

Monday, October 13, 2014

Tiga Makanan Lokal Lombok Yang Membuat Saya Rindu



"Apa yang paling bikin kamu terkesan dan rindu sama Lombok?"

Pertanyaan itu dilontarkan salah satu sahabat dari jaman SMA melalui bbm setelah dia tahu kalau saya baru saja berkunjung kesana. Tanpa berpikir lama, saya langsung menjawab dengan mantap: makanan daerahnya! Sumpah, terlepas dari kekayaan alamnya, Pulau Lombok ternyata juga kaya akan makanan daerah yang enak-enak. Walaupun harga satu porsinya mirip harga makanan di Jakarta, tapi worth to buy and try banget. Selama perjalanan Lombok Hula Trip kemarin, saya dan Uul berhasil mencoba sedikit makanan lokal yang ada disana. Semuanya bikin rindu!

Tuesday, September 30, 2014

Lombok Hula Trip Day 3 - Kalap Di Cakranegara Dan Kunjungan Tak Terduga Ke Rembitan



Pagi itu rasanya berat sekali. Walaupun sudah selesai mandi dan beberes, namun kenyamanan kamar hotel yang saya tempati membuat saya malas beranjak kemana-mana. Semakin malas setelah menyadari kalau hari itu adalah hari terakhir jalan-jalan kami di Pulau Lombok. Waktu terasa cepat sekali berjalan kalau kita tengah bersenang-senang. Untung saja ada Uul, teman yang terus mengingatkan kalau ada tempat lagi yang harus kami kunjungi sebelum pulang ke Pulau Jawa.

Thursday, September 18, 2014

Lombok Hula Trip Day 2 - Gili Trawangan: Ini Di Indonesia?



Ini di Indonesia?
Pertanyaan itu langsung terlintas di kepala saya begitu menjejakkan kaki di Gili Trawangan. Bukan, bukan karena keindahan pantai pasir putih dan gradasi warna air lautnya yang menakjubkan. Bukan pula gara-gara keramahtamahan para penduduk aslinya. Hmm, pertanyaan itu justru muncul sebab apa yang saya lihat di depan mata adalah sebuah pulau nan padat oleh foreigners, atau kalau masyarakat kita biasa menjuluki mereka dengan sebutan bule. Well, ain't it good?

Friday, September 12, 2014

Lombok Hula Trip Day 1 - Menyisir Kawasan Senggigi



Bus DAMRI yang kami berdua tumpangi mulai berjalan meninggalkan Bandara Internasional Lombok. Siang itu jalanan tampak lenggang sehingga bapak sopir melajukan bus dengan lumayan kencang dan agak ugal-ugalan. Saya jadi teringat perjalanan Solo-Surabaya kemarin malam dengan menggunakan Bus Sumber Selamat. Gaya menyetir sopir bus DAMRI ini mirip sekali dengan gaya menyetir sopir Sumber Selamat. Sempat kaget juga, apalagi ukuran busnya kan jauh lebih kecil, ditambah bapak sopir gemar sekali memainkan klakson sepanjang jalan. Bus yang semula penuh perlahan-lahan menjadi sepi karena satu persatu penumpang turun selama perjalanan. Hanya tersisa lima orang penumpang termasuk kami berdua yang turun di pemberhentian terakhir bus, Senggigi-salah satu pusat kawasan turis di Pulau Lombok.

Thursday, September 4, 2014

Lombok Hula Trip Prolog - Sebuah Perjalanan Yang Diawali Dari Persahabatan Dan Keberuntungan



“And then, as if written by the hand of a bad novelist, an incredible thing happened.”
― Jonathan Stroud, The Amulet of Samarkand

Seorang pria duduk termangu di sudut bandara yang tampak asing bagi dirinya. Setengah tak percaya kalau nasib baik telah membawa dirinya kemari. Mujur, kalau kata orang-orang. Bagaimana tidak, ini penerbangan pertamanya seorang diri, ke tempat yang bahkan selama ini hanya ada di angan-angan, dan bagian terbaiknya adalah penerbangan itu baik datang maupun pulang nanti bisa dikatakan nyaris gratis. Err, pria itu? Iya, itu saya. Saya yang saat itu tengah menanti seseorang. Orang yang membuat perjalanan kali ini bagaikan perjalanan dalam mimpi semata. 

Thursday, August 7, 2014

Cerita Bersama Tetangga Part XII-Terlena Oleh Desa Sumurup



Selain menghabiskan waktu bersama sanak saudara, libur lebaran kali ini juga saya habiskan bersama para tetangga. Mulai dari acara tarawih bareng, takbiran keliling, main petasan, karaokean, wisata kuliner malam hingga tak lupa acara jalan-jalan merupakan beberapa contoh agenda kebersamaan kami semua selama libur lebaran tahun 2014. Sedihnya, kami baru bisa berjumpa di akhir bulan puasa dimana bebarengan dengan arus mudik yang memacetkan jalanan. Walhasil, kami tidak bisa pergi terlalu jauh karena enggan terjebak dalam kemacetan. Belum lagi, beberapa di antara kami tentu sudah punya acara masing-masing baik itu dengan keluarga, saudara, maupun sahabat. Rencana jalan-jalan kali ini pun serba dadakan, baru direncanakan pada malam hari selepas saya pulang mudik dari Pacitan. Selain saya dan kakak, perjalanan ini diikuti oleh dua tetangga yang sejujurnya tak terbayang bakal pulang yaitu Mbak Reza dan Decky. Sedang tetangga yang lain terpaksa absen karena sudah ada jadwal sendiri.