Thursday, September 18, 2014

Lombok Hula Trip Day 2 - Gili Trawangan: Ini Di Indonesia?



Ini di Indonesia?
Pertanyaan itu langsung terlintas di kepala saya begitu menjejakkan kaki di Gili Trawangan. Bukan, bukan karena keindahan pantai pasir putih dan gradasi warna air lautnya yang menakjubkan. Bukan pula gara-gara keramahtamahan para penduduk aslinya. Hmm, pertanyaan itu justru muncul sebab apa yang saya lihat di depan mata adalah sebuah pulau nan padat oleh foreigners, atau kalau masyarakat kita biasa menjuluki mereka dengan sebutan bule. Well, ain't it good?

Friday, September 12, 2014

Lombok Hula Trip Day 1 - Menyisir Kawasan Senggigi



Bus DAMRI yang kami berdua tumpangi mulai berjalan meninggalkan Bandara Internasional Lombok. Siang itu jalanan tampak lenggang sehingga bapak sopir melajukan bus dengan lumayan kencang dan agak ugal-ugalan. Saya jadi teringat perjalanan Solo-Surabaya kemarin malam dengan menggunakan Bus Sumber Selamat. Gaya menyetir sopir bus DAMRI ini mirip sekali dengan gaya menyetir sopir Sumber Selamat. Sempat kaget juga, apalagi ukuran busnya kan jauh lebih kecil, ditambah bapak sopir gemar sekali memainkan klakson sepanjang jalan. Bus yang semula penuh perlahan-lahan menjadi sepi karena satu persatu penumpang turun selama perjalanan. Hanya tersisa lima orang penumpang termasuk kami berdua yang turun di pemberhentian terakhir bus, Senggigi-salah satu pusat kawasan turis di Pulau Lombok.

Thursday, September 4, 2014

Lombok Hula Trip Prolog - Sebuah Perjalanan Yang Diawali Dari Persahabatan Dan Keberuntungan



“And then, as if written by the hand of a bad novelist, an incredible thing happened.”
― Jonathan Stroud, The Amulet of Samarkand

Seorang pria duduk termangu di sudut bandara yang tampak asing bagi dirinya. Setengah tak percaya kalau nasib baik telah membawa dirinya kemari. Mujur, kalau kata orang-orang. Bagaimana tidak, ini penerbangan pertamanya seorang diri, ke tempat yang bahkan selama ini hanya ada di angan-angan, dan bagian terbaiknya adalah penerbangan itu baik datang maupun pulang nanti bisa dikatakan nyaris gratis. Err, pria itu? Iya, itu saya. Saya yang saat itu tengah menanti seseorang. Orang yang membuat perjalanan kali ini bagaikan perjalanan dalam mimpi semata. 

Thursday, August 7, 2014

Cerita Bersama Tetangga Part XII-Terlena Oleh Desa Sumurup



Selain menghabiskan waktu bersama sanak saudara, libur lebaran kali ini juga saya habiskan bersama para tetangga. Mulai dari acara tarawih bareng, takbiran keliling, main petasan, karaokean, wisata kuliner malam hingga tak lupa acara jalan-jalan merupakan beberapa contoh agenda kebersamaan kami semua selama libur lebaran tahun 2014. Sedihnya, kami baru bisa berjumpa di akhir bulan puasa dimana bebarengan dengan arus mudik yang memacetkan jalanan. Walhasil, kami tidak bisa pergi terlalu jauh karena enggan terjebak dalam kemacetan. Belum lagi, beberapa di antara kami tentu sudah punya acara masing-masing baik itu dengan keluarga, saudara, maupun sahabat. Rencana jalan-jalan kali ini pun serba dadakan, baru direncanakan pada malam hari selepas saya pulang mudik dari Pacitan. Selain saya dan kakak, perjalanan ini diikuti oleh dua tetangga yang sejujurnya tak terbayang bakal pulang yaitu Mbak Reza dan Decky. Sedang tetangga yang lain terpaksa absen karena sudah ada jadwal sendiri.

Monday, August 4, 2014

Wawaran: Tempat Pelelangan Ikan Dengan Pantai Keren Di Kabupaten Pacitan



Tempat Pelelangan Ikan (TPI) selama ini identik dengan kesan kumuh, becek, dan bau amis semerbak di berbagai penjuru. Namun, selama libur mudik tahun ini saya justru menemukan tempat pelelangan ikan yang memiliki pantai luar biasa keren di kampung halaman mama, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kabupaten Pacitan sendiri selain dikenal dengan Kota 1001 Goa sebenarnya memiliki pesona pantai yang tak kalah memukau dibandingkan pesona goanya. Ada banyak pantai yang tersebar di sepanjang garis daratan Pacitan dan kebanyakan masih belum begitu banyak dikunjungi orang.

Sunday, August 3, 2014

Sensasi Memakan Belalang Goreng Dari Gunung Kidul



DISCLAIMER!
This post may contain disturbing pictures to some people. And yes, my photo is included as disturbing one too.

Dalam bucket list traveling pribadi, saya pernah menantang diri saya sendiri untuk mencoba memakan makanan-makanan ekstrim yang ada di suatu daerah. Entah apapun itu bentuknya selama masih diperbolehkan oleh ajaran agama yang saya anut. Berbagai jenis makanan olahan dari hewan yang tak lazim digunakan dalam proses memasak pun menjadi incaran saya. Salah satunya adalah makan belalang goreng. Bagi sebagian kecil daerah di Indonesia, makanan berbahan belalang jamak dijumpai sebagai kekayaan kuliner mereka. Mudik lebaran tahun ini memang istimewa, selain bisa berjumpa dengan saudara-saudara yang jarang bersua, saya juga bisa melakukan hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya. Termasuk di dalamnya adalah kesampaian untuk memakan belalang goreng untuk kali pertama.

Tuesday, June 3, 2014

Cerita Bersama Tetangga Part XI - Menyapa Kabupaten Klaten Dan Sleman



Bendera penjelajahan saya bersama para tetangga berkibar kembali. Ini menjadi perjalanan kesebelas saya menjelajahi tempat-tempat wisata ditemani mereka. Sayangnya sekali lagi, personel yang ikut jumlahnya makin sedikit. Sekarang rasanya susah sekali untuk bisa mengumpulkan mereka seperti dahulu lagi. Beberapa sudah merantau, beberapa telah sibuk dengan aktivitasnya. Yah, saya tak bisa berbuat banyak. Satu-satunya cara yang bisa saya lakukan adalah tetaplah mengajak mereka berjalan-jalan, kalau ada yang bisa berapapun jumlahnya, ya ayo berangkat. Duh, kenapa awal pembukaan postingan ini terkesan mendayu-dayu ya? Back to topic, perjalanan kali ini hanya diikuti oleh saya, Decky dan Dody. Tujuannya adalah menyambangi beberapa tempat wisata yang ada di dua provinsi sekaligus. Huh? Kok bisa? Bisa, kan kami datang menyapa dua kabupaten beda provinsi yang saling berbatasan. Kedua kabupaten itu adalah Kabupaten Klaten di Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta.