Thursday, January 20, 2011

Dear My Dearest Witchy Sister, Vica.



"When you look at your life, the greatest happinesses are family happinesses".
~Joyce Brothers~


Siang ini karena bosan tak ada kegiatan, dengan lancang saya memasuki kamarmu.
Mengacak-ngacak segala yang ada hingga kutemukan suatu hal yang menarik perhatian.
Setumpuk kartu pos tua beragam warna dan gambar teronggok rapi tersembunyi di meja belajarmu kakak. Kuambil, kuamati, dan kubaca satu per satu.
Hingga mata ini terantuk pada satu kartu bergambar Buckingham Palace yang entah kapan tanggalnya namun tertera stempel bertahun 1994.
Salah satu kartu yang ditujukkan kepadamu kakak dari Mama yang saat itu sedang berada di negeri orang.
Kau masih ingat apa bunyinya?



"Vica YTC,
Mama sudah kanget banget sama Vica & juga adik (It's me lol).
Sudah dibelikan baju baru belum? minta ya sama Papa! (wkwkwkw dulu sudah dibelikan belum ya mbak?)
Pesan Mama, Vica harus rajin belajar. Jangan kalah dong sama Mama & Papa.
Kalau Vica pintar besok kalau sudah besar biar bisa pergi kemana-mana tanpa bayar.
Mama di London juga belajar terus. Daa Vica!
Salam untuk Bu Kris! (Guru SD Mbak Vica pada saat itu dan juga Guru SD saya beberapa tahun kemudian :D)"

Mama
John Adams Hall 15-23 Endsleigh Street, London WC14 0DH


Hey my cruel sister. :p
You know what?
You did it!!
Siapa yang mengira pesan mama untukmu di kala kau masih kelas II SD bisa terkabul hampir 15 tahun kemudian? Amazing.
Honestly, I'm so proud with you, sist. Kau meneruskan jejak mama mbak, melanglang buana dan tanpa bayar pula.
For me, orang-orang yang saya idolakan dan menjadi panutan bukanlah tokoh-tokoh terkenal mbak. Oke mereka juga, tapi yang paling utama adalah Mama, Papa, dan Kau mbak jika saja kau tahu itu.

Dear My Dearest Witchy Sister.
Maafkanlah adikmu ini jika sering berbuat menyebalkan.
Honestly, I love you so much sist but I just don't know how to express my feeling hingga jadilah saya berbuat yang tidak mengenakkan kepadamu. Membentak-bentak, melawan, dan sebagainya tapi semua itu kulakukan karena ku menyayangimu.

Dear My Dearest Witchy Sister.
Semangat ya mbak belajarnya disana.
Walaupun Mama, Papa, Wawa, dan aku tidak berada disisimu namun percayalah kami selalu mendukungmu dari sini.
Lakukanlah yang terbaik yang bukan hanya terbaik untuk keluarga ini namun juga untuk dirimu sendiri Mbak. Toh bagaimanapun walaupun kita adalah keluarga tapi Kau adalah Kau mbak. Kau adalah tokoh utama dalam kehidupanmu sendiri. Jika kau senang kami pun senang, Jika kau sedih kami pun sedih.
Maka dari itu lakukanlah yang terbaik selalu dengan begitu kelak kau tak akan bersedih hati. Jangan biarkan kepuasan menghinggapimu karena kadang kepuasan semu inilah yang membuatmu jatuh. Not only keep your spirit up but also keep your head down. Hwaiting!

Dear My Dearest Witchy Sister.
Namun bagaimanapun juga kita semua hidup di dunia yang penuh pertanyaan ya kan?
Masih ada satu pertanyaan yang mengganjal di hati ini.
Akankah saya mampu meneruskan jejak kalian dan menjadi orang-orang hebat seperti kalian ataukah saya hanya akan menjadi seorang pecundang yang selalu menangisi kekalahan dan kesalahan?
Well, pertanyaan itulah yang sedang berusaha saya cari jawabannya saat ini.
Satu yang saya butuhkan adalah dukungan dari kalian. So always doakan adikmu ini ya Mbak. ^^d
Gomawo.


With Love,
Your Only One Brother.

4 comments:

  1. ayo bul, dewe nyusul vica..
    eh, tapi aku pengene ning europe ding..hihi..
    *pede*

    ReplyDelete
  2. Ayooo mbak. ^^
    Aku pengene juga Europe mbak. Nek ndak Korea, nek ndak Australia, nek ndak New Zealand. Ah mana saja okelah asal gratis. :p
    *lebih pede*

    ReplyDelete
  3. terharu deh bacanya >.< hahaha

    ReplyDelete