Wednesday, February 16, 2011

Cerita Bersama Tetangga Part II: Waterfall Addict.



Annyong haseyo Stufliers!
Kembali lagi bersama Tinky Winky, Dipsy, Lala, dan Pooo...#lemparsandal
Huahahah kembali lagi bersama saya, makhluk baru dalam kingdom mamalia divisi omnivoranus yang memiliki pesona keimutan tiada terkira dan menggebu-gebu dalam segmen "Cerita Bersama Tetangga". #lemparbatako
Duileee. Part II nihh saudara-saudari sebangsa dan senegara nan hijau royo-royo, kelanjutan dari cerita Part I kemarin tuh (ya iyalah masa kelanjutan part X hihih).
It's all about another great day's story with my gorgeous marvelous tremendous cupuos stupidious (dan ...ous ...ous yang lain) neighbours. :p
Well, tapi kali ini kami cuma bertiga saja nih, jadi inilah kami, Saya, Decky, dan Mbak Reza melakukan perjalan menantang maut dalam mencari kitab suci...wait emangnya Sun Go Kong...ralat-ralat maksud saya melakukan perjalan ngebolang ke tempat-tempat wisata di sekitaran kampung halaman kami tercinta, Salatiga.

Sunday, February 6, 2011

Cerita Bersama Tetangga Part I: Dari Ngawul Hingga Dikejar Kerbau



“Love your neighbour; yet don't pull down your hedge.” -Benjamin Franklin-

Dear Stufliers, what's the meaning of neighbour for you?
Well, for me, my neighbour is just like my family.
Serius ya, mau dianggap bukan saudara dan keluarga bagimana coba kalau dari kecil sampai hampir 19 tahun waktu saya dihabiskan bersama tetangga-tetangga saya. Dari jaman main petak umpet sampai jaman sekarang yang masih main petak umpet lagi wkwkwkw (gak maju amat..) ya bersama mereka. Istilahnya sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing begitulah hohoh.


Thursday, January 20, 2011

Dear My Dearest Witchy Sister, Vica.



"When you look at your life, the greatest happinesses are family happinesses".
~Joyce Brothers~


Siang ini karena bosan tak ada kegiatan, dengan lancang saya memasuki kamarmu.
Mengacak-ngacak segala yang ada hingga kutemukan suatu hal yang menarik perhatian.
Setumpuk kartu pos tua beragam warna dan gambar teronggok rapi tersembunyi di meja belajarmu kakak. Kuambil, kuamati, dan kubaca satu per satu.
Hingga mata ini terantuk pada satu kartu bergambar Buckingham Palace yang entah kapan tanggalnya namun tertera stempel bertahun 1994.
Salah satu kartu yang ditujukkan kepadamu kakak dari Mama yang saat itu sedang berada di negeri orang.
Kau masih ingat apa bunyinya?

Monday, January 17, 2011

Mengenang Kembali Persahabatan di Stasiun Palagan Ambarawa



"Don't walk behind me; I may not lead. Don't walk in front of me; I may not follow. Just walk beside me and be my friend."
Albert Camus


Sebenarnya cerita yang akan saya bagi kali ini merupakan cerita lama yang hendak saya posting namun belum sempat karena mood menulis lagi menghilang pada waktu itu.
Tapi setelah melihat nasib blog ini yang di tahun yang baru kok masih sepi-sepi saja akhirnya saya semangat untuk menggoreskan kata-kata saya. Hohoh.
Cerita yang akan saya bagi adalah cerita satu hari saya yang sangat indah karena akhirnya saya bisa menghabiskan waktu bersama salah satu sahabat saya di SMA dulu.
Uhm, Let's start with an introduction well Stufliers I would like to introduce you with one of my bestfriends, her name is Ulli. She's a cute, nice, cheerful, and amazing person. Saya dan kawan-kawan sering memanggil dia dengan sebutan Mbak Ulli. Honestly, saya tidak tahu juga kenapa dia dipanggil dengan Mbak Ulli, lebih tua sepertinya tidak, lebih dewasa juga tidak (serius dia childish abis waktu SMA), yang pasti saya cuma ikut-ikutan aja manggil dia dengan embel-embel "mbak". Dulu kami sekomplotan selalu les bareng, sekolah bareng (ya iyalah), maen-maen bareng. Pokoknya banyak masa-masa susah dan senang yang kami lalui bersama. Salah satunya adalah touring bersama untuk sejenak merefresh pikiran dari pelajaran sekolah yang bikin budreg. Tapi sejalannya waktu setelah kami kuliah, jarang banget kami bisa berkumpul bersama dan touring-touring lagi. Duh kangennya. T.T

Saturday, December 11, 2010

Hidup Prihatin di Dunia


Jika anda berasal dari suku Jawa pernah tidak anda mendapat petuah atau wejangan dari orang tua kita, para sesepuh, juga orang-orang yang sudah mengenal banyak asam garam kehidupan ini tentang urip ning donya ki kudu prihatin nang, nduk?
Pernah tidak?
Yang kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah "hidup di dunia itu harus prihatin". Hohoh.
Honestly, saya sering banget mendengar wejangan ini mulai dari wali kelas saya SMA, tetangga saya yang sudah berumur 70++, dan tentunya oleh kedua orang tua saya.
Dan hal inilah yang berusaha untuk saya praktekkan di dalam kehidupan saya. Serius, walaupun apapun yang akan terjadi kelak.

Tuesday, December 7, 2010

I Need Your Help to Catch My Dream

Satya Manggala Pragolapati's Dream Summer in Montréal, Canada
Vote for Me!

I have entered Concordia University's “La Joie de Montréal” contest in hopes of winning a fully paid scholarship to attend summer school in Montréal.

An additional ballot will be entered into the prize draw each time my profile receives a vote. Please vote for me!

Monday, December 6, 2010

Pecinta Nasi Jagung


Biarlah orang mengatakan saya ini katrok atau orang udik.
Biarlah pula orang mencela saya ini kampungan atau ndeso.
Karena memang begitulah adanya.
Sebentar-sebentar ini saya lagi membicarakan masalah makanan lo. Hohoh.
Beneran kalau saya disuruh memilih makanan modern atau tradisional pasti dengan beberapa pertimbangan saya akan memilih makanan tradisional.
Entahlah apa mungkin lidah saya yang terlalu konservatif atau memang selera saya yang macam selera kakek nenek saya. But i personally think, traditional food sometimes better than modern food. :D